"mba, saya mau bunga tangan saya warna putih beberapa tangkai aja yang menjuntai itu lho.."
ohh tulip batinku.. "oke, nanti kita bikinkan ya.."
"kakak, bisa ngebayangin mau aku ga, untuk dekorasi aku mau minimalis aja, dengan bintang bintang di latar belakang pelaminan, dan pelaminannya ga usah heboh-heboh, yang penting ada touch tradisionalnya.."
ohhh simple dan elegan, main lampu kecil kelap-kelip di atas kain hitam sebagai layar.. "oke, nanti kita bikin layout nya ya.. "
"bu, untuk menu makanan saya lebih pilih gubuk2 semua aja deh, karena takutnya kelebihan makanan.."
ohh iya jelas aja, mereka kan private party.. "oke.. nanti kita pilihkan sesuai dengan selera keluarga dan kerabat ya..."
"sis, pokoknya aku ga mau ada yang dangdutan di pestaku yaa.. lagu2 harus di approve dulu sama kamu untuk setiap item acara.."
ohhh..harus sesuai tema acara.. "siaapp..nanti diperiksa satu persatu list lagu nya...hehehe.."
"aku mau warna cake nya soft..banget.."
"aku mau bungnya impor semua!"
"aku mau di tampilin foto2 masa kecil kami di acara"
..............................................
Everything done!
the wedding party is over...
..............................................
Beberapa tahun kemudian...
"mba, aku udah ga tahan lagi, aku mau pisah aja dari suamiku.. "
-lho kenapa..?-
"dia menuntut terlalu banyak dari aku, dia minta aku harus mencintainya seumur hidupnya.. dia minta aku harus mau berdiskusi walaupun sampai tengah malam bahkan sampai pagi kalo menemukan masalah.. dan banyak tuntutan lainnya..."
-lho bukannya suami boleh minta hal tersebut sama istrinya...?-
"pokoknya aku mau cerai!! aku mau cerai!!"
-lho lho lho... ada apa ini..? kenapa...?_
"orang tuanya itu lho kak, terlalu ikut campur!! masa sampe celana dalam suamiku aja harus dia ngerti kapan aku belinya, dimana aku simpan, itu kan melanggar privacy..!! berarti dia mau tau juga dimana aku simpan celana dalamku?!?!"
-hhmm..nice point..-
"Aku capek kak... aku ga tau lagi mau ngapain... masih untung aku ga bunuh diri"
-ow ow.. -
"bayangin kakak lah, hal hal sepele bisa memicu perang dunia ke tiga di rumah kami..aku selalu nasihatin yang benar, untuk kebaikan dia, apalagi dia baru melahirkan, tapi dia selalu merasa aku terlalu mengatur dia, sampai tetangga pada denger, mereka lapor ke ketua RT, Pak RT lapor ke mertua ito ku, mertua itoku lapor ke ito ku, dan ito ku marahin aku.."
-kok ribet dot com ya..-
Masih banyak cerita-cerita yang harus aku tampung dalam otakku yang memori nya hampir habis ini... betapa hebohnya harus melayani dan meladeni permintaan2 pada saat menuju pesta perkawinan, mulai dari yang wajar sampai yang ga masuk akal.. Tapi apakah itu esensi pernikahan...? Terkadang calon pengantin tidak sadar apa makna nya pernikahan itu sendiri. Pernikahan bukan akhir dari segalanya... tapi justru awal dari segalanya.. akan ada banyak gunung dan lembah bahkan hutan yang mengerikan, serta lautan yang bukan tenang, tapi berpotensi membawa ombak besar dan badai... hal ini lah yang kadang lupa di maknai lebih dalam...
Menyatukan dua hati yang berbeda bukanlah memaksakan kehendak untuk merubah pasangan. Tetapi dengan saling melengkapi kekurangan pasangan, itulah inti yang utama dalam menyatukan dua hati.
Teori doang sih gampang ya... Jelas aja karena aku belum menikah.. Tapi cukup bagiku meniru pasangan paling ideal dihidupku, yaitu orang tuaku.
Aku sedih melihat perempuan-perempuan sekarang yang karena keegoisannya, kehebatan manusiawinya, atau justru karena kelemahannya, menggugat suami mereka untuk bercerai.. atau mengucapkan kata-kata penyesalan yang gak penting..
Bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan berrumah tangga, bersyukur diberi kesempatan Tuhan memiliki keturunan, sedangkan masih banyak orang mendambakan apa yang mereka alami.
So.., apakah janji nikah itu hanya berlaku pada hari pemberkatan dan saat-saat senang saja..??
Ternyata ada yang menjawab, janji nikah itu berlaku untuk selamanya, sampai Tuhan memanggil kita pulang ke rumahNya.. tetapi apakah pasangan suami istri mau untuk menjaganya...? nobody knows...